Rupiah Berpotensi Naik, Data Tenaga Kerja AS Versi Swasta Di Luar Ekspektasi

Rupiah Berpotensi Naik, Data Tenaga Kerja AS Versi Swasta Di Luar Ekspektasi

DATA tenaga kerja Amerika Serikat (AS) versi survei swasta ternyata di bawah ekspektasi pelaku pasar. Kondisi ini disebut menguntungkan karena berpotensi membuat kurs rupiah menguat terhadap dolar AS.

Mengutip data Bloomberg, Kamis (2/9/2021) pukul 12.4 WIB, kurs rupiah diperdagangkan pada level Rp14.285 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan penguatan 2 poin atau 0,02 persen dibandingkan posisi penutupan pasar spot pada Rabu sore kemarin (1/9/2021) yang ditutup di level Rp14.282 per dolar AS.

Pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra mengatakan dolar AS masih memperlihatkan pelemahan setelah data tenaga kerja AS versi swasta untuk bulan Agustus semalam dirilis jauh di bawah ekspektasi, 374 ribu vs 640 ribu.

“Ini mengindikasikan sektor tenaga kerja masih belum pulih seperti sebelum pandemi dan bisa menjadi alasan Bank Sentral untuk memperpanjang kebijakan suku bunga rendah,” kata Ariston dalam keterangan tertulis, Kamis (2/9/2021).

Nilai tukar rupiah masih berpotensi menguat terhadap dolar AS hari ini dengan indikasi di atas, namun penguatan mungkin terbatas karena pelaku pasar masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari data tenaga kerja AS versi pemerintah yang akan dirilis Jumat malam. Indikasi yang sama dengan data dari swasta bisa mendorong pelemahan dolar AS lebih lanjut.

“Potensi penguatan ke kisaran Rp 14.230 – Rp 14.250 per dolar AS. Sementara resisten di kisaran Rp 14.300 per dolar AS,” pungkas Ariston. (fin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: